Cara Memperbaiki Kipas Angin Rusak & Mati Total

Cara Memperbaiki Kipas Angin Rusak & Mati Total. Kipas angin merupakan sebuah alat yang digunakan sebagai penghasil angin. Fungsi kipas angin secara umum adalah untuk menyegarkan udara, mendinginkan udara, dan pengering yang terpadu dengan komponen penghasil panas.

Dengan menggunakan kipas angin maka hal ini bisa menghemat biaya dan hemat energi, karena penggunaan daya kipas angin lebih rendah bila dibanding denagn AC. Penggunaan kipas angin bisa dikatakan penting bagi sebagian orang, apalagi bagi mereka yang berada di daerah perkotaan dan berhawa panas dan bergantung pada kipas angin sebagai penyegar udara.

Layaknya perangkat elektronik lainnya kipas angin pun bisa saja mengalami kendala kerusakan atau bahkan kipas angin mati total. Apabila mendapati permasalahan tersebut atau kipas angin mengalami kerusakan maka jangan buru-buru untuk beli yang baru. Kalian bisa coba mengatasi dan memperbaiki kipas angin mati total tersebut.

Kipas angin rusak disebabkan oleh beberapa faktor dan memiliki beberapa tanda atau pun gejala. Dengan memperhatikan gejala yang terjadi maka kita bisa mendapatkan gambaran dimana letak kerusakannya. Berikut ini merupakan gejala umum kerusakan kipas angin mati total.

Cara Memperbaiki Kipas Angin Rusak & Mati Total.


Cara Memperbaiki Kipas Angin Rusak & Mati Total

Ciri-ciri kerusakan kipas angin mati total.

  1. Lampu indikator tidak menyala.
  2. Baling-baling kipas tidak berputar.
  3. Tidak terdengar bunyi getaran dinamo.

Kipas angin rusak biasanya diawali dengan putaran roda atau baling-baling kipas yang lambat. Biasanya hal tersebut terjadi karena banyak debu yang menempel pada poros dinamo. Maka dari itu, alangkah baiknya sesekali bersihkan kipas angin dari debu-debu yang menempel.

Namun jika kipas angin rusak mati total, maka berikut ini adalah cara mengatasi kipas angin mati total yang bisa kalian coba terapkan.

1. Periksa Kabel.

Langkah awal dalam memperbaiki kipas angin mati total yaitu dengan memeriksa kabel. Periksa semua jalur kabel apakah ada yang terkelupas atau putus. Untuk cek kabel biasanya menggunakan multimeter atau AVO meter. Jika mendapati kabel yang putus, maka ganti dengan yang baru atau kabel yang normal.

2. Periksa Tombol Panel Pengaturan.

Selanjutnya periksa bagian tombol pengaturan kecepatan dengan AVO meter. Biasanya pada bagian ini terdapat 3 buah jalur kabel yang menghubung ke dinamo kipas dan 1 jalur terhubung langsung ke listrik.

Posisikan Skala AVO meter ke x1 atau x10 dan lepas atau potong jalur tengah kabel

Pemeriksaan ini juga dilakukan dengan menggunakan alat multimeter atau AVO meter pada setiap koneksi kabel yang terhubung dengan panel. Biasanya akan terdapat dua hingga tiga buah kabel yang terhubung pada dinamo kipas angin serta satu kabel dari sumber arus listrik.

Pada saat pemeriksaan, posisikan saklar AVO meter pada nilai x1 atau x10, kemudian tempelkan probe AVO meter ke kabel yang terhubung pada dinamo secara bergantian. Jika jarum AVO meter bergerak kearah kanan, maka kondisi dinamo masih dalam keadaan bagus.

Namun sebaliknya jika jarum AVO meter sama sekali tidak bergerak, maka ada bagian dalam dinamo yang putus. Kemungkinan juga sekering atau thermofuse putus. Apabila memang sekeringnya rusak maka silahkan ganti dengan yang baru.

Sekering Kipas Angin.



3. Periksa Kapasitor.



Selain melakukan pemeriksaan diatas maka komponen yang perlu diperiksa adalah kapasitor. Kapasitor rusak, mati, atau sudah lemah dapat menyebabkan putaran kipas angin menjadi lambat.

Umumnya kapasitor kipas angin memiliki bentuk kotak hitam dan terletak di belakang tutup kipas angin. Kerusakan kapasitor tersebut biasanya ditandai dengan bentuk fisik pecah, menggembung atau membengkak. Jika ditemui kapasitor rusak maka ganti kapasitor tersebut dengan yang baru.

Demikian tutorial memperbaiki kipas angin mati total/rusak. Semoga informasi berikut ini dapat bermanfaat serta bisa menjadi referensi untuk kita bersama.

Belum ada Komentar untuk "Cara Memperbaiki Kipas Angin Rusak & Mati Total"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak dan sopan. Perlu diketahui bahwa komentar dengan link aktif akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel